Soft Computing di Jaringan Mobile Wireless

June 16, 2010 at 2:18 pm (Softcomputing, Tugas)

Peran soft computing dalam jaringan nirkabel dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu optimasi, prediksi dan ketidakpastian manajemen. Tantangan pertama dalam perencanaan sebuah jaringan selular adalah untuk menentukan jumlah base yang diperlukan untuk melayani suatu daerah sesuai dengan Tingkat Kualitas Layanan yang diingikan. Banyak perangkat lunak komputasi melakukan pendekatan seperti algoritma genetika (GA), simulated annealing dan tabu search telah digunakan untuk memecahkan masalah ini. Penggunaan perangkat komputasi lunak lain selain GA (misalnya, jaringan syaraf tiruan dan fuzzy logika) sangat langka pada saat ini, karena hanya GA yang cocok untuk optimasi multi-objective dalam Base station Placement Problem (BPP).

Selain jumlah base tantangan dalam perencanaan sebuah jaringan selular adalah saluran alokasi. Hambatan saluran alokasi berasal dari karakteristik yang diinginkan antara komunikasi dua entitas. Dampak ini dirasakan dalam hal kualitas pelayanan sebagai ponsel terhubung dengan perangkat bergerak dari satu ponsel ke ponsel yang lain. Sebuah skema alokasi saluran efisien harus bisa meminimalkan koneksi waktu set up, memaksimalkan jumlah simultan komunikasi, harus disesuaikan dengan perubahan dalam distribusi beban, dan meminimalkan komputasi dan komunikasi biaya untuk pemilihan saluran. Ada banyak tugas skema saluran, secara garis besar skema ini dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelas yang disebutkan di bawah ini :

  • Fixed channel assignment (FCA)
  • Dynamic Channel Assignment (DCA)
  • Hybrid channel assignment (HCCA)

Dalam manajemen mobilitas masalah kuantitatif base alamat, adalah cakupan. Sedangkan saluran tugas berkaitan dengan kualitatif isu komunikasi nirkabel. Meskipun dua masalah tersebut tidak sepenuhnya ortogonal, mereka mungkin diperiksa secara terpisah sebagai nirkabel antena dirancang untuk bekerja untuk seluruh spektrum frekuensi.

Namun, pengguna mobilitas memperkenalkan sebuah kerumitan tambahan untuk masalah tugas saluran ke berkelanjutan komunikasi ketidakpastian karena di cakupan. Seorang pengguna ponsel dapat menelfon 2 orang secara aktif terhubung dalam sesi mobilitas (Dikenal sebagai handoff). Selain-sesi mobilitas, dalam manajemen mobilitas juga harus berurusan dengan situasi yang timbul dari mobilitas sesi.

Kesimpulannya ketidakpastian dan imprecisions adalah endemik untuk mobilitas nirkabel komunikasi untuk pengguna karena, berbagai bentuk gangguan dan karakteristik propagasi radio. Kawasan adalah, dengan demikian, penuh kompleks multi-objektif masalah optimasi.

Source : http://www.iitk.ac.in/directions/feb2006/PRINT~RATAN.pdf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: